Senin, 13 Juli 2026

Saatnya Bergerak! BNNP Sumut Gandeng Seluruh Elemen Masyarakat Hadapi Ancaman Vod Getar

MEDIAMEDANSUMUT, MEDAN - Kekhawatiran terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan munculnya tren baru berupa penggunaan Vod Getar di kalangan generasi muda mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil langkah nyata. Salah satunya dilakukan oleh pegiat anti narkoba, Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos, yang melakukan silaturahmi dan audiensi ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara di Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Senin (13/7).

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Mas'ud Silalahi didampingi Lukmanul Hakim Siregar, S.Sos., M.M selaku Pengurus PB HMI. Kehadiran keduanya disambut langsung oleh Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., M.H, di ruang kerjanya.

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat sipil dan BNNP Sumut dalam menghadapi semakin kompleksnya persoalan penyalahgunaan narkotika, khususnya munculnya fenomena Vod Getar yang dinilai mulai mengancam masa depan generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Mas'ud Silalahi menegaskan bahwa Vod Getar tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan sepele. Menurutnya, gejala penyalahgunaan produk tersebut telah menjangkiti berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga mahasiswa.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan sinyal bahaya yang harus segera direspons secara serius oleh seluruh pihak. Jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya dikhawatirkan akan semakin meluas dan merusak kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara.

Muhammad Mas'ud juga menyinggung adanya kasus yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu, yakni keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian bersama pasangannya yang diduga terpapar penyalahgunaan Vod Getar. Menurutnya, kasus tersebut menjadi bukti bahwa ancaman penyalahgunaan zat adiktif tidak lagi mengenal profesi, usia maupun latar belakang sosial.

"Fenomena ini sudah merambah ke berbagai lini kehidupan. Karena itu, kita tidak boleh menunggu sampai semakin banyak korban. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi, pengawasan, dan gerakan sosial yang masif," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNP Sumatera Utara Brigjen Pol. Tatar Nugroho menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif yang ditunjukkan Muhammad Mas'ud Silalahi beserta jajaran PB HMI.

Menurutnya, BNNP Sumut saat ini terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya melalui upaya pencegahan, edukasi, pemberantasan jaringan, hingga rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan.

Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat agar upaya penyelamatan generasi bangsa dapat berjalan lebih efektif.

Karena itu, BNNP Sumut membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, akademisi, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), LSM, insan pers, organisasi mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.

"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula kekuatan kita dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika," ujar Brigjen Pol. Tatar Nugroho.

Ia juga berharap silaturahmi yang telah terjalin tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang berkelanjutan, sehingga langkah strategis BNNP Sumut memperoleh dukungan moral dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan kolaboratif yang lebih luas dalam membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi muda Sumatera Utara dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif yang terus berkembang.

(Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar